Setup Lingkungan R&D
dan Pengenalan API LLM
Sebelum membangun rumah, kita perlu siapkan dulu alat-alatnya. Di sesi ini kita setup semua tools pengembangan, dapatkan API key secara gratis, dan langsung praktik memanggil AI dari tiga bahasa pemrograman berbeda.
1. Menyiapkan Peralatan R&D
Seorang developer yang baik punya workspace yang rapi dan tools yang tepat. Ini seperti tukang yang tidak mungkin membangun rumah tanpa palu dan meteran. Berikut empat tools utama yang wajib kamu install:
Tools di atas ibarat dapur lengkap seorang chef: VS Code adalah meja kerjamu, Python adalah pisau serba guna, Node.js adalah kompor listrik modern, dan XAMPP adalah oven yang mengolah kode PHP menjadi halaman web. Tanpa salah satu, kamu tidak bisa masak dengan optimal!
Install extension ini di VS Code: PHP Intelephense (autocomplete PHP), Python (oleh Microsoft), REST Client (untuk uji coba API langsung dari editor), dan Thunder Client (alternatif Postman yang ringan).
2. Mendapatkan API Key — Kunci Masuk ke Otak AI
API key adalah seperti kartu anggota eksklusif — tanpanya, kamu tidak bisa memesan menu dari "restoran AI". Setiap platform punya cara yang sedikit berbeda, tapi prosesnya selalu mirip: daftar → verifikasi → generate key.
API key adalah rahasia! Jangan pernah commit ke GitHub, jangan tampilkan di frontend HTML yang bisa dilihat publik, dan jangan bagikan ke siapapun. Anggap seperti password kartu ATM — kalau bocor, tagihan API bisa meledak!
Cara Mendapatkan API Key dari 3 Platform
API key itu seperti nomor pelanggan di warung langganan. Ketika kamu datang, kamu sebut nomormu, dan si warung tahu siapa kamu, berapa "kredit" yang kamu punya, dan apakah kamu sudah bayar tagihan. Kalau nomor salah atau kredit habis — pesananmu ditolak!
3. Anatomi Request API LLM
Setiap kali kamu memanggil API LLM, kamu mengirim sebuah "paket data" yang mengikuti format standar. Mari bedah satu per satu apa saja isi paket itu:
https://api.groq.com/openai/v1/chat/completionsBearer gsk_xxx... — ini seperti menunjukkan kartu anggotallama-3.1-8b-instant, llama3-70b-8192, gemma2-9b-itPeran System, User, dan Assistant
| Role | Fungsi | Analogi |
|---|---|---|
| system | Instruksi awal kepada AI — membentuk "kepribadian" dan batasan AI. Dikirim sekali di awal. | Seperti job description untuk karyawan baru — memberitahu si AI perannya, cara bicara, dan apa yang boleh/tidak boleh dia lakukan |
| user | Pesan dari pengguna / pengguna akhir aplikasimu. Inilah pertanyaan atau instruksi nyata. | Seperti pelanggan yang memesan menu di restoran |
| assistant | Balasan dari AI di putaran sebelumnya. Disertakan untuk menjaga konteks percakapan. | Seperti catatan jawaban sebelumnya agar AI "ingat" sudah ngobrol apa tadi |
4. Praktik Pertama: Memanggil API dari 3 Bahasa
Sekarang kita lihat bagaimana cara nyata memanggil API LLM dari tiga bahasa yang akan kita gunakan sepanjang semester. Klik tab untuk berganti bahasa:
Ketiga kode di atas pada dasarnya melakukan hal yang sama: menulis surat ke AI. PHP pakai cURL sebagai "kurir" surat, Python pakai library requests yang lebih modern, dan JavaScript pakai fetch() yang built-in di browser. Yang berubah hanya "alat kirim suratnya" — isinya (model, messages, temperature) tetap sama!
5. Eksperimen Temperature — Atur Kreativitas AI
Parameter temperature adalah salah satu yang paling menarik untuk dipahami. Ia mengontrol seberapa "bebas" AI dalam memilih kata berikutnya saat menjawab.
Geser slider untuk melihat penjelasan efek temperature:
Jawaban tetap konsisten namun ada variasi yang menyenangkan. Cocok untuk chatbot umum dan asisten yang perlu responsif tapi tidak "gila-gilaan". Ini default yang digunakan di semua sesi MK ini.
Gunakan temperature rendah (0.0–0.3) untuk: analisis data, menjawab soal matematika, ekstraksi informasi faktual, atau saat konsistensi penting. Gunakan temperature tinggi (0.7–1.0) untuk: generator nama produk, brainstorming ide, penulisan kreatif, atau chatbot dengan persona unik.