Merancang Produk: Arsitektur
Sederhana Aplikasi Berbasis LLM
Ide sudah ada, masalah sudah jelas β sekarang saatnya merancang "blueprint" produkmu. Di sesi ini kita pelajari arsitektur aplikasi LLM, tiga pola implementasi, cara menulis system prompt yang efektif, dan cara membuat wireframe sederhana.
1. Arsitektur Dasar Aplikasi Berbasis LLM
Semua aplikasi berbasis LLM β dari yang sederhana sampai sekompleks ChatGPT β punya struktur dasar yang sama. Ada empat lapisan utama yang harus kamu pahami sebelum mulai coding:
Arsitektur ini seperti sistem pemesanan ojek online. Kamu (pengguna) pesan lewat aplikasi (Frontend) β aplikasi kirim pesanan ke server Gojek (Backend) β server tanya ke sistem AI pemetaan untuk cari driver terdekat (LLM API) β hasilnya dikirim balik ke layar HP kamu (Response). Setiap lapisan punya tugasnya sendiri!
Mengapa API Key Harus di Backend?
Perhatikan bahwa API call ke LLM dilakukan di Backend, bukan di Frontend. Ini karena API key harus dirahasiakan. Jika kamu panggil API langsung dari JavaScript di browser, siapa saja bisa lihat API key-mu di source code HTML β dan menyalahgunakannya!
Ada satu pengecualian: untuk prototyping super cepat atau demo internal, boleh memanggil API langsung dari JavaScript. Tapi jangan pernah deploy ke publik dengan cara ini. Di Pola 1 kita akan pelajari kapan ini boleh dilakukan.
2. Tiga Pola Arsitektur yang Digunakan di MK Ini
Bergantung pada kebutuhan produkmu, kamu bisa memilih salah satu dari tiga pola arsitektur berikut. Masing-masing punya kelebihan dan trade-off tersendiri:
Perbandingan Tiga Pola
| Pola | Bahasa | API Key Aman? | Cocok Untuk | Deploy |
|---|---|---|---|---|
| HTML + JS | JavaScript | Tidak | Demo cepat, eksperimen lokal | GitHub Pages |
| PHP Backend | PHP + JS | Ya | Proyek web tradisional, XAMPP | InfinityFree, Hosting PHP |
| Python Flask | Python + JS | Ya | API service, integrasi kompleks | Railway, Render, PythonAnywhere |
3. Merancang System Prompt yang Efektif
System prompt adalah instruksi rahasia yang kamu berikan kepada AI sebelum percakapan dimulai. Ini yang membedakan chatbot generalmu dari produk yang fokus dan berguna. System prompt yang baik mendefinisikan tiga hal: persona, batasan, dan cara output.
System prompt itu seperti briefing kepada karyawan baru sebelum menemui pelanggan. Kamu beritahu dia: "Namamu Budi, kamu staf layanan bank kami, kamu hanya boleh menjawab soal tabungan dan pinjaman, selalu sopan, dan jangan pernah sebutkan nama pesaing." Semakin jelas briefingnya, semakin konsisten si karyawan melayani!
Klik tab untuk melihat contoh system prompt dengan tingkat kedetailan berbeda:
Prompt Engineering Dasar: 3 Teknik Utama
Berikan contoh inputβoutput di dalam prompt agar AI paham format yang kamu inginkan. Contoh: "Jika user bertanya tentang harga, jawab seperti ini: 'Harga produk X adalah Rp 150.000, sudah termasuk ongkir ke seluruh Indonesia.'" β AI akan meniru pola ini untuk pertanyaan serupa.
Instruksi yang ambigu menghasilkan output yang ambigu. Ganti "jawab dengan baik" menjadi "jawab dalam maksimal 3 kalimat, gunakan angka jika ada data, dan selalu akhiri dengan pertanyaan 'Ada lagi yang bisa saya bantu?'". Semakin spesifik instruksimu, semakin terprediksi hasilnya.
Minta AI mengeluarkan jawaban dalam format JSON agar mudah diolah programatik. Contoh instruksi: "Analisis sentimen teks berikut dan kembalikan HANYA JSON dengan format: {\"sentimen\": \"positif/negatif/netral\", \"skor\": 0-100, \"alasan\": \"...\"} tanpa teks tambahan apapun."
4. Lab: Uji System Prompt-mu Langsung!
Tulis system prompt kamu sendiri di bawah, masukkan pesan test, dan lihat bagaimana AI bereaksi. Ini adalah cara terbaik untuk memvalidasi apakah system prompt produkmu sudah efektif:
5. Merancang UI/UX Sederhana: Wireframe & User Flow
Wireframe adalah sketsa kasar tampilan aplikasimu β seperti denah rumah sebelum bangun. Tidak perlu indah, cukup menggambarkan letak elemen-elemen utama. Di bawah ini adalah wireframe sederhana untuk aplikasi chatbot berbasis LLM:
Untuk merancang user flow, tanyakan: "Apa yang terjadi dari pertama kali user membuka halaman sampai mereka mendapat nilai dari produkmu?" Gambarkan setiap langkah di kertas atau di tools seperti Figma (gratis), draw.io, atau bahkan Google Slides.
Figma (figma.com) β gratis, berbasis web, paling populer di industri. Whimsical β bagus untuk user flow diagram. draw.io / diagrams.net β gratis, bisa offline, cocok untuk arsitektur sistem. Atau yang paling cepat: kertas dan pulpen β jangan remehkan ini, banyak produk besar dimulai dari sketsa di kertas!